PERHIMPUNAN SERANGGA INDONESIA
Serangga mempunyai peran penting dalam kehidupan manusia. Nilai ekonomi serangga dapat mencapai trilyunan rupiah setiap tahun. Nilai yang menguntungkan dapat berasal dari produk seperti madu, royal jelly, sutera, jasa penyerbukan, agens hayati, perombak, pariwisata, sumbangan dalam ilmu pengetahuan, dan peran dalam ekosistem. Jutaan ton produk pertanian hilang karena kerusakan yang disebabkan oleh serangga. Begitu juga kerugian yang besar akibat gangguan kesehatan hewan dan manusia yang disebabkan oleh penyakit yang ditularkan dan disebarkan oleh serangga. Trilyunan rupiah dana digunakan untuk biaya pengendalian hama tanaman, hama pascapanen, hama permukiman serta penyakit pada tanaman, hewan dan manusia yang ditularkan oleh serangga.
Dalam era globalisasi dengan akses pasar yang semakin kompetitif, maka peran entomologi terasa semakin penting. Fakta menunjukkan bahwa banyak komoditas ekspor pertanian ditolak oleh negara pengimpor karena adanya kontaminasi serangga. Jutaan ton produk pertanian di dunia rusak oleh serangan serangga hama setiap tahun. Penyakit malaria dan demam berdarah yang ditularkan oleh nyamuk selalu terjadi setiap tahun. Dalam pengendalian gangguan-gangguan tersebut di atas para ahli serangga baik ahli dalam bidang ilmu dasar maupun terapan diharap dapat memberikan kontribusinya.
Dalam hubungan dengan masalah-masalah yang baru diutarakan di atas para entomologiwan yang tergabung dalam wadah Perhimpunan Entomologi Indonesia (PEI) sudah seyogyanya terus mengembangkan entomologi dalam berbagai aspeknya. Dalam Kongres PEI ke VII dan Seminar PEI ini diharapkan semua pemangku kepentingan di bidang serangga dapat bertemu, bertukar fikiran dan berbagi informasi tentang perkembangan entomologi terkini. Selain itu setiap entomologiawan diharapkan dapat berperan aktif mengembangkan organisasi PEI agar menjadi organisasi yang aktif dan dinamis sehingga dapat meningkatkan kontribusinya dalam berbagai aspek usaha serta daya saing bangsa Indonesia.
