Fenomena ledakan populasi ulat bulu yang terjadi sekarang ini menyedot perhatian para pakar entomologi di Indonesia. Mula-mula serangan ulat bulu terjadi di sepuluh desa di Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo-Jawa Timur, dan kemudian meluas ke sembilan Kecamatan Kabupaten Probolinggao diantaranya Leces, Tegalsilawan, Bantaran, Sumberasih, Winomerto, Dringu, Torgas, Banyuanyar, Kuripan hingga ke wilayah Kabupaten Pasuruan,
Jawa Timur.
Ulat bulu merupakan salah satu hama pada tanaman mangga di Probolinggo, akan tetapi serangan hama ulat bulu yang terjadi saat ini merupakan pertama kali terjadi. Pengendalian hama ulat bulu telah dilakukan diantaranya dengan cara membakar ulat bulu, melepaskan predator burung dan meskipun belum diketahui berapa kerugian ekonomi yang terjadi karena pohon mangga belum memasuki musim bunga, pengendalian secara kimia
menggunakan pestisida telah dilakukan mengingat hama ini telah bersinggungan dengan masyarakat sekitar dan mencegah semakin meningkatnya populasi ulat bulu. Kementrian Pertanian mengungkapkan ledakan hama ulat bulu, khususnya di Probolinggo, Jawa Timur hanya menyerang 14.813 pohon dari total jumlah pohon yang mencapai 1.227.879 pohon atau sekitar 1,2 persen. Ulat bulu juga menyerang beberapa daerah di Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Bali. namun tak separah serangan ulat bulu yang terjadi di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Serangan ulat bulu yang terjadi di daerah lain ini disebabkan oleh spesies yang berbeda dengan ulat bulu yang menyerang di Probolinggo. Karena jenis spesies yang berbeda, pohon yang diserang di daerah lain pun berbeda dengan pohon yang diserang di Probolinggo. Akan tetapi di ketahui fenomena ulat bulu yang terjadi saat ini di sebabkan oleh ulat bulu yang berasal dari satu famili, yaitu Lymantriidae.
Berdasarkan pengamatan BPTP, BPTPH Jawa Timur dan IPB di lapangan, ditemukan bahwa ulat bulu yang menyerang di Probolinggo terdiri dari dua spesies yaitu Lymantria marganita dan Arctornis submarginata.
Kedua spesies yang menyerang tanaman mangga di Probolinggo merupakan spesies ordo Lepidoptera family Lymantriidae. Larva / ulat Lymantriidae memiliki seta sekunder yang padat dan panjang pada verrucae. Larva memiliki kelenjar punggung yang mencolok, bulat, berwarna merah atau kuning, pada setiap segmen abdomen ke- 6 dan 7. Larva serangga ini merupakan serangga fitofag pemakan daun yang sering ditemukan di semak atau di pohon. Beberapa spesies dari family Lymantriidae adalah polyphagus, sehingga sangat sulit menghitung inang dari ulat ini. Pada fase kepompong ulat ini akan membentuk kokon sutra yang nantinya akan bermetamorfosis sempurna menjadi imago dewasa berupa ngengat yang aktif pada malam hari. Ngengat Lymantriidae berukuran sedang tidak memiliki mata oseli/mata tunggal dan memiliki areola dasar pada sayap belakang yang lebih besar. Berbeda dengan kupu-kupu, antena pada ngengat biasanya berbentuk rambut setaseus atau plumose, sedangkan kupu-kupu memiliki antena yang ramping dan menonjol pada ujungnya. Ciri-ciri antena ini lah yang membedakan kelompok kupu-kupu dan ngengat, selain itu ngengat merupakan srangga yang aktif pada malam hari/nokturnal.
| < Prev | Next > |
|---|