INTERNATIONAL SEMINAR & WORKSHOP

   PEMUTAKHIRAN DATA DAN PENDAFTARAAN ANGGOTA BARU


Selamat datang di Website Perhimpunan Entomologi Indonesia (PEI)

 


Banyak  pekerjaan di masyarakat yang terkait dengan entomologi, walaupun tidak selalu dilakukan oleh ahli entomologi.  Misalnya inspektur hama bangunan, penyemprot hama kesehatan maupun praktisi pertanian. Orang-orang ini dalam kesehariannya mempunyai kewajiban untuk mengendalikan populasi hama, namun demikian belum tentu mereka telah dibekali pengetahuan mengenai ilmu serangga. Dalam era globalisasi sekarang ini, ternyata hal ini tidak lagi dapat diterima.  Secara professional, semua orang yang memang memiliki tugas dan tanggung jawab untuk mengendalikan hama, apapun jenisnya tersebut, harus memiliki sertifikat sebagai bukti profesionalitas dan telah memiliki minimum kualifikasi dalam bidang entomologi.  Hal ini penting untuk menghindari dampak negative penggunaan insektisida.  Selain itu, sebagai perusahaan di bidang jasa, penting bagi sebuah perusahaan untuk meyakinkan calon pelanggan. 

Masyarakat  ingin memastikan bahwa petugas penyemprot memiliki landasan keahlian yang diperlukan sebagai seorang penyemprot yang terpercaya. Untuk itulah saat ini diperlukan program sertifikasi profesi untuk entomologi.  Bagi yang peduli pada karier professional, sertifikasi adalah jawabannya.    Sertifikasi membantu entomolog mendapatkan visibilitas lebih baik, diakui sebagai ahli di lapangan, dan memberikan kesempatan karier yang lebih besar. Sertifikasi mempermudah proses pemberian kepercayaan untuk sang entomologi. Singkatnya, konsumen tidak serta merta mempercayai gelar sarjana, lebih dari itu, konsumen memerlukan  entomolog yang terlatih dan berwawasan sesuai standar profesi yang berlaku.

Penetapan kurikulum standar profesi semestinya tetap memasukkan prinsip Pengendalian Hama Terpadu (PHT) di dalamnya.  Profesional manajemen hama berperan sebagai pemeriksa status serangan hama, menilai situasi lapangan, dan menentukan tindakan yang tepat.  Seorang entomolog  bersertifikat memahami prinsip-prinsip PHT. Dalam hal ini entomolog menjadi penentu apakah perlu menggunakan bahan kimia atau tidak, dosis serta dampaknya pada target, non target maupun lingkungan. 

Di Indonesia, kita mengenal adanya Badan Nasional Sertifikasi Profesi.  Badan Nasional Sertifikasi Profesi mendorong pembentukan sekitar 500 lembaga sertifikasi profesi dalam 3 tahun terakhir ini.  Tujuannya adalah untuk menghadapi ASEAN Konektivitas dan pelaksanaan masterplan percepatan perluasan pembangunan ekonomi Indonesia.  BNS diharapkan menetapkan standar kerja keprofesian dan uji kompetensi. Konektivitas ASEAN mencakup proyek berlingkup luas hingga Desember 2015. 

Pembentukan BNSP merupakan bagian system penyiapan tenaga kerja yang berkualitas.  Terdapat dua prinsip yang menjadi dasarnya yaitu pertama, penyiapan tenaga kerja didasarkan atas kebutuhan pengguna (demand driven) dan kedua, proses diklat sebagai wahana penyiapan tenaga kerja dilakuan dengan menggunakan pendekatan pelatihan berbasis kompetensi (competency based training / CBT).

Saat ini, sertifikasi entomolog masih terpecah mengikuti beberapa kelembagaan profesi. Entomolog kesehatan mengikuti Pusat Standardisasi, Sertifikasi dan Pendidikan Berkelanjutan SDM Kesehatan (Pustanserdik SDMK). Sampai dengan tahun 2011, Pustanserdik SDMK telah melaksanakan program standardisasi SDM kesehatan  berupa penyusunan standar kompetensi tenaga kesehatan untuk 19 jenis organisasi profesi tenaga kesehatan, diantaranya Persatuan Entomolog Kesehatan Indonesia (PEKI).  Dalam bidang pertanian, terdapat sertifikasi profesi pertanian, namun tidak spesifik pada sertifikasi entomologi.

Di Amerika Serikat, sertifikasi entomologi dikeluarkan oleh organisasi perhimpunan entomologi ESA (Entomological Society of America).   ESA menawarkan  dua program sertifikasi yaitu Associate Certified Entomologist (ACE) yang dirancang khusus bagi para profesional yang mengikuti pelatihan  dan magang.  Kedua adalah Board Certified Entomologist (BCE) yaitu sertifikasi yang dirancang untuk para profesional dengan gelar minimal sarjana di bidang entomologi atau bidang terkait.

Lantas bagaimana dengan profesi entomologi di Indonesia? Apakah mungkin PEI menjadi lembaga sertifikasi profesi entomologi dan menetapkan kurikulum yang diakui oleh BNSP ? Ini sebuah tantangan besar. Kenapa tidak?

PEI sangat terbuka untuk informasi sekecil apapun dan oleh siapapun tentang serangga.  Mari saling berbagi dan berdiskusi. Caranya, silakan anda bergabung dengan milis kami di This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it  dan bertemu sapa dengan ratusan anggota lainnya.

 

Damayanti Buchori




Page 1 of 4

  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  Next 
  •  End 

Bergabung dengan Milis

PEI-Indonesia




October 2014
S M T W T F S
28 29 30 1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31 1

free counters

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini6
mod_vvisit_counterKemarin39

IP 54.166.66.204
Today: Oct 20, 2014

Kotak pesan

Terbitan

jurnal komunikasi